Di Indonesia matematika merupakan pelajaran yang istimewa. Hal ini dapat kita lihat ketika orang tua yang menilai pintar anaknya jika dia pintar menyelesaikan soal-soal matematika dan Negara pun memasukan matematika sebagai indikator siswa dapat lulus dari jenjang pendidikannya.
Dalam pemikiran kita matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit. Ini yang membuat sesorang menilai pintar kalau dapat menyelesaikan permasalahan matematika tapi matematika tidaklah sesederhana itu.
Matematika dijadikan indikator pintarnya seorang anak atau pun lulusnya anak dari jenjang pendidikanya bukanlah tidak ada sebab. Karena matematika merupakan ilmu yang meransang nalar kita untuk memahami suatu masalah dan mengambarkan dengan simbol matematika.
Matematikawan Benjamin peirnce menyatakan matematika sebagai ilmu yang mengamparkan simpulan-simpulan yang penting. Dari pernyataan ini kita dapat memahami matematika merupakan gambaran kesimpulan yang dibuat oleh manusia dari sesuatu yang penting. Banyak contoh permasalahan yang disimpulkan dengan matematika seperti penentuan luas sebidang sawah, hukum kekekalan,dst.
Jadi apa sebenarnya matematika itu? Kenapa kita harus mempelajarinya?
Menurut Reys dkk menyatakan matematika itu :
1.Telaahan tentang pola
2.Telaahan tentang hubungan
3.Suatu jalan berpikir
4.Suatu pola pikir
5.Seni
6.Suatu bahasa
7.Alat
Maka dapat disimpulkan matematika merupakan aktivitas manusia yang dituntut memahami suatu pola kehidupan, hubunga manusia dengan segala yang ada dilingkunganya, berpikir untuk memahami permasalahan yang dihadapi, seni dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, bahasa untuk menjelasakan kepada orang lain tentang pemecahan masalah yang sudah kita selesaikan dan alat untuk memudahkan kita mengambarkan suatu masalah yang besar dengan bentuk yang sederhana.
Karena itu kita tidak dapat menghindari dari apa yang kita sebut dengan matematika. Semua yang ada di dunia mengambarkan simpulan-simpulan yang penting harus kita hadapi, kita pahami dan memikirkan solusinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar