Laman

Rabu, 01 Mei 2013

Generasi Qur’an yang Unik (Sayyid Quthb)



Dakwah periode pertama pernah menghasilkan suatu generasi sahabat yaitu suatu generasi yang mempunyai ciri tersendiri dalam seluruh sejarah islam dan dalam seluruh sejarah ummat manusia. Dakwah setelah periode pertama belum menghasilkan kader seperti generasi sahabat sekali lagi, walaupun ada kader-kader seperti generasi sahabat sepanjang sejarah tetapi belum terjadi dalam jumlah banyak dan berkumpul pada suatu tempat sebagai mana terjadi pada periode pertama kehidupan dakwah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya ciri khusus/tersendiri pada generasi awal (generasi sahabat) adalah:
a.    Adanya Pribadi Rasulullah saw
Periode pertama dakwah adalah periode dimana adanya Rasulullah saw secara fisik selama 23 tahun bersama generasi pertama, di tahun ke-23 dakwah berjalan Allah menjemput Rasulullah. Tidak adanya Rasulullah, tidak berarti ikut hilanganya dakwah. Tetapi Allah menjamin untuk memelihara ketinggian dakwah ini dan mengajarkan bahwa dakwah akan terus kekal hingga akhir zaman walaupun tidak adanya pribadi Rasulullah secara fisik.
  
b.   Al-qur’an sebagai Sumber Rujukkan Satu-Satunya
Kembalinya Rasulullah di sisi tuhan-Nya tidak menghilangkan sejarah generasi pertama. Tetapi Al-Qur’anlah yang menjadi sumber pembentukan sejarah generasi pertama. Karena Al-Qur’an merupakan sumber rujukkan generasi pertama dan sebagai standard ukuran dan sebagai dasar berfikir.


“Sewaktu aisyah ra. Ditanya tentang budupekerti Rasul saw. Ia berkata: Budipekertinya adalah Al-Qur’an”. (hadits nasai)

Al-Qur’an yang dijadikan satu-satunya sumber rujukkan generasi pertama merupakan suatu rencana/metode yang di sengaja untuk membersihkan jiwa, membersihkan otak, membersihkan konsepsi, membersihkan  pikiran dan membersihkan kejadian dari pengaruh lain. Hal tersebut dapat di lihat tatkalah kemarahan Rasulullah saw kepada Umar bin Khattab yang sedang memegang taurat ditangannya.

“Demi Allah. Seandainya Nabi Musa hidup dikalangan kamu sekarang ini, ia mesti mengikuti saya”. (HR. Al-Hafiz Abu Ya’la dari Hammad dari As-Syabi dari Jabir)

Pandangan Generasi Pertama Terhadap Al-Qur’an
Generasi pertama membaca Al-Qur’an sebagai:
1.    Penerimaan perintah Allah tentang urusan peribadi
2.    Penerimaan perintah Allah tentang urusan golongan (masyarakat) dimana ia hidup
3.    Penerimaan perintah Allah tentang kehidupan yang dijalaninya bersama golongannya (jamaah)

Bukan untuk:
1.    Bertujuan menambah pengetahuan atau memperluas pandangan
2.    Bertujuan menikmati keindahan sastranya
3.    Bertujuan menikmati rasa nikmat yang ditimbulkan

Perasaan menerima perintah itulah yang menyebabkan qur’an membukakan bagi generasi pertama gerbang kesenangan (kenikmatan) dan ilmu pengetahuan. Sehingga dalam diri dan kehidupan generasi pertama qur’an telah menjadi metode yang realistis, menjadi ilmu yang hidup, bukan hanya tinggal dalam otak atau dalam buku saja.

Tujuan Turunnya Al-Qur’an
1.    Sebagai manhaj kehidupan
2.    Sebagai manhaj ilahi yang murni     

Sebagai mana firman Allah SWT:
“ Dan, Al-Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakanya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Al-Israa’:160)


Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, karena disesuaikan dengan kebutuhan manusia yang terus berubah, pengembangan pemikiran dan pola pandang dan perkembangan bagan dalam masyarakat dan kehidupan serta sesuai dengan permasalaha-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat islam dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an diturunkan tidak untuk:
1.    Buku rekreasi mental
2.    Buku sastra atau seni
3.    Buku cerita dan sejarah
Walaupun dalam segi isi Al-Qur’an memuat itu semua.

c.    Pemisahan Mental Secara Total Antara Masa Jahiliyah Dengan Setelah Masuk Agama Islam
Pada masa dakwah periode pertama orang yang masuk islam ia meningalkan seluruh masa lalunya di zaman jahiliyah dan ia merasakan memulai suatu masa baru, terpisa sama sekali dari kehidupan yang telah dilaluinya dizaman jahiliyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar